Rektor beri sinyal positif pada Prodi Baru jenjang S3


Kamis (15/11), bertempat di Unpad Training Centre, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran mengadakan Lokakarya Penjajakan Penyusunan Naskah Akademik untuk Pengusulan Program Studi Doktoral Kedokteran Gigi Militer. Lokakarya dihadiri oleh Rektor Unpad Prof.Dr.med. Tri Hanggono Achmad, dr; Dekan FKG Unpad Dr. Nina Djustiana, drg.,M.Kes; Wakil Dekan Prof.Dr. Achmad Syawqie, drg, MS; Kepala Departemen Kedokteran Gigi Militer Kolonel Laut Sugeng Winarno, drg.,Sp.Perio.,MKM, juga delegasi TNI yang tergabung dalam IPADOKGIMIL (Ikatan Peminatan Kedokteran Gigi Militer) serta Ketua Senat, Manajer dan beberapa Kepala Departemen di FKG Unpad. Acara tersebut juga memaparkan mengenai rancangan induk riset Unpad dan roadmap FKG Unpad serta pemaparan mengenai dinamika perkembangan dan tantangan di bidang Kedokteran Gigi Militer.  

Ilmu Kedokteran Gigi Militer merupakan Program Studi baru jenjang Doktoral yang diusulkan oleh FKG Unpad bekerja sama dengan TNI. Kedokteran Gigi merupakan salah satu prodi yang populer di TNI Angkatan Laut. Hal ini yang mendorong Ilmu Kedokteran Gigi untuk dapat dikembangkan dalam aspek profesional ditambah dengan tantangan kebutuhan dan operasional yang makin besar. Selain itu potensi untuk mendukung aspek profesional tersebut memerlukan landasan kompetensi yang kokoh. Selama ini basis untuk mengembangkannya baru berjalan di tingkat Perguruan Tinggi. Semua Dokter Gigi yang menjalankan profesi di ranah militer, awalnya berasal dari Pendidikan Dokter Gigi di Perguruan Tinggi. Secara kultural dan struktural, legalitas dari pemerintah memberikan kewenangan pendidikan tersebut di Perguruan Tinggi di bawah Kemenristekdikti.

Dalam aspek pendidikan tinggi, Unpad memiliki kewajiban untuk bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan akademik dalam bidang Kedokteran Gigi. Sedangkan dalam kebutuhan yang spesifik, Perguruan Tinggi hanya menyediakan Pendidikan Dokter Gigi dan Pendidikan Dokter Gigi Spesialis yang belum memberikan tinjauan yang spesifik atas tantangan military dentistry. Hal tersebut mendasari kompetensi kedokteran gigi untuk dikembangkan menjadi Program Studi Military Dentistry. Program Studi tersebut didirikan untuk menjawab tantangan dalam basis akademik, pengembangannya terjadi berdasarkan riset. Program kerja sama ini mengintegrasikan antara tantangan pengembangan riset dan mengembangkan tantangan human capital. Melalui kerja sama ini harapannya ada pengembangan kapasitas dan kompetensi di bidang military dentistry.

Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Militer dirintis sejak Agustus 2018, awalnya diajukan untuk Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis namun atas masukan Rektor Unpad, berubah menjadi Program Studi Doktoral untuk memfasilitasi jenjang pendidikan selanjutnya setelah menempuh Pendidikan Dokter Gigi Spesialis. Secara keilmuan, Kedokteran Gigi Militer dapat dikembangkan lebih lanjut di lingkungan kampus, sehingga setara dengan ilmu-ilmu kedokteran gigi lainnya. Kedokteran Gigi Militer adalah suatu fenomena keilmuan yang belum banyak dikaji secara akademik di Tanah Air.

Red:Santi Maryani