Identifikasi Umur dari Gigi, MG dibebaskan dari Ancaman Hukuman Mati

fkg.unpad.ac.id, 16/4/2020

Tim Forensik Odontologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran kembali menggelar aktivitas tentang hasil pemeriksaan usia MG dari gigi, yang terjerat pada dugaan kasus pembunuhan berencana pekerja Istaka Karya di kabupaten Nduga Papua pada tahun 2018.

Hal ini disampaikan pada seminar daring yang bertajuk “Bicara HAM: MG, anak dibawah umur yang terjerat Unfair Trial di Papua” pada tanggal 16 April 2020 dengan penyelenggara Kontras (Komite untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) Indonesia yang diikuti oleh dari berbagai kalangan akademisi dan media masa.

Seminar daring ini diawali penjelasan dari narasumber drg. Fahmi Oscandar, MKes., Spesialis Odontologi Forensik sebagai Ketua Tim Identifikasi kasus umur MG FKG Unpad. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa Forensik Odontologi adalah satu ilmu cabang dari bidang forensik dan bidang kedokteran gigi yang digunakan untuk mengindenfikasi identitas manusia dari gigi dan jaringan sekitarnya. Gigi dapat memberikan informasi identitas jenis kelamin, ras, profesi, budaya serta umur dari seseorang. Selain itu dalam Forensik Odontologi juga sedang dikembangkan upaya identifikasi identitas individu manusia secara utuh dari sidik enamel gigi sebagai alternatif sidik jari. Hal ini dimungkinkan dan dapat dijadikan dasar ilmiah karena gigi mempunyai sifat sifat yang unik seperti kuat dan tidak mudah rusak disebabkan oleh suhu yang tinggi/terbakar (900 sampai 1000 derajat celcius), tidak mudah larut dalam perendaman air laut dan zat kimia serta tidak mengalami kerusakan bila terkubur di dalam tanah untuk waktu yang lama/ribuan tahun. Gigi juga telah lazim digunakan untuk identifikasi umur di internasional sebagai standar baku penentuan umur seseorang.  

Dalam penjelasannya, dokter gigi Fahmi yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, bahwa umur seseorang dapat ditentukan dari umur kronologis (umur lahir), umur tulang, umur psikologis dan umur gigi. Umur gigi dapat telah diterima di internasional sebagai identifikasi primer. Banyak metode identifikasi umur dari gigi dan masing masing metode mempunyai kelebihan dan keterbatasan. Hanya praktisi Forensik Odontologi yang dapat menentukan/memilih metode identifikasi umur tersebut yang tepat untuk seseorang.

Dalam kasus umur MG ini, terbukti secara ilmiah estimasi usianya antara umur 16-18,9 tahun atau bila dirata ratakan berusia 17,5 tahun pada tanggal 9 Maret 2020 yang berarti pada tahun 2018 MG berusia 15,5 tahun. Untuk identifikasi umur MG ini, Tim Forensik Odontologi FKG Unpad yang juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta sebagai tempat dilakukannya pengambilan radiografi gigi MG, menggunakan 5 metode dari gigi, 3 metode dari tulang dan metode analisa patologis tumbuh kembang serta melibatkan 13 dokter gigi sebagai anggota tim identifikasi.

 

Seminar daring ini juga dihadiri oleh narasumber drg. Yuti Malinda, MM.,Mkes sebagai Tim Identifikasi kasus umur MG dan juga dosen FKG Unpad. Dokter gigi Yuti menjelaskan bahwa jaringan keras gigi mempunyai karakteristik yaitu tidak mengalami perubahan oleh faktor fungsi serta lingkungan dan ini berbeda dengan jaringan keras dari tulang yang dapat terjadi proses perbaikan bila terdapat kerusakan seperti patah. Sebagai contoh, bila tangan kanan manusia difungsikan secara terus menerus maka struktur tulang tangan kanan menjadi lebih besar dibandingkan tangan kirinya. Hal ini tidak terbukti pada fungsi gigi dimana bila digunakan mengunyah pada satu sisi kanan saja, tidak menyebabkan gigi di sisi kanan menjadi lebih besar. Fakta ilmiah ini menyebabkan gigi dapat digunakan untuk identifikasi dibidang Forensik Odontologi. Penelitian untuk mengidentifikasi umur MG ini juga telah melalui metodologi ilmiah dengan dilakukan menggunakan beberapa metode, dilakukan pemeriksaan/pengukuran yang berulang, dilakukan dengan lebih satu orang observer untuk meningkatkan hasil penelitian yang valid.

Seminar daring ini juga diikuti juga oleh narasumber dari KontraS, kuasa hukum/pengacara MG dan para Media Massa Nasional. Ketua Tim Pengacara MG menjelaskan bahwa dengan terbukti secara ilmiah bahwa umur MG masih anak anak, maka dalam keputusan selanya, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat berdasarkan surat perkara no.1375/Pid.B/2019/PN.Jkt/Pst, memutuskan MG dibebaskan dari tuntutan hukuman mati pada tanggal 8 April 2020. Para ahli hukum tersebut juga meminta kepada Dokter Gigi Forensik Odontologi dapat membantu mensosialisasikan tentang manfaat dari ilmu Forensik Odontologi terutama dalam menentukan secara ilmiah umur seseorang. Para praktisi hukum harus mengetahui prosedur yang tepat dalam menentukan umur seseorang melalui metode ilmiah seperti metode identifikasi dari gigi dan bukan sekedar proses administrasi atau dokumen. Mungkin saja masih ada kasus kasus salah menentukan umur seseorang yang dapat menyebabkan kehilangan nyawa dan ini bertentangan dengan prinsip hak azazi manusia.  

(red:ery)