Prof. Syawqie ; 3rd Asia Harm Reduction Forum 2019 Seoul

Seoul  – 29 Agustus 2019, 3rd Asia Harm Reduction Forum 2019 (AHRF) diselenggarakan di kota Seoul Korea Selatan, citvitas FKG Prof. Dr. Achmad Syawqie, MS menjadi salah seorang pembicara pembuka dalam forum tersebut. Korea Harm Reduction Association sebagai tuan rumah AHRF 2019, dengan sengaja mengundang Prof Syawqie untuk menjadi salah seorang pembicara terkait kepeduliannya terhadap kesehatan public dan pengurangan dampak buruk dari berbagai produk yang tersebar di masyarakat.

Dewasa ini masyarakat terpapar banyak risiko berbahaya termasuk obesitas, narkoba, alkohol,dan merokok. Seperti diketahui dalam beberapa tahun terakhir Prof Syawqie meneliti Rokok elektrik dari  berbagai sudut aspek kesehatan khususnya pengaruhnya pada rongga mulut. Tak hanya itu Prof Syawqie pun mendirikan Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik di tahun 2016.

Harm Reduction”bukan tentang memperlakukan masyarakat dan pasien dengan cara paksaan untuk mencapai dampak kuantitatif dalam waktu singkat. ‘Pengurangan Dampak Buruk’ lebih bertujuan untuk “mengurangi” faktor-faktor bahaya melalui penerapan rencana jangka panjang, sambil terus meningkatkan kesadaran publik akan bahaya-bahaya tersebut.

Dengan pendekatan terapi baru ‘Harm Reduction’, kita bisa yakin bahwa kita dapat mencapai peningkatan kesehatan dan kualitas hidup untuk semua orang.Dalam sambutannya dengan sangat menyesal Prof Syawqie mengakui bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan angka kebiasaan merokok yang cukup tinggi di dunia. Sebagai seorang dokter gigi dan ilmuwan, saya sendiri menantikan bagi Indonesia untuk dapat meniru pemanfaatan produk-produk pengurangan dampak buruk di negara-negara lain seperti Jepang dan Inggris. Kami mengakui bahwa promosi penggunaan rokok elektronik dan bukan-bakar produk tembakau, di negara-negara tersebut dapat menurunkan prevalensi merokok dengan cepat.

Managemen Background

@Copyright 2016 FKG Unpad