Mobirise

Visiting Lecture : Molecular and Genetic Aspects in Pathogenesis of Ameloblastoma

Oleh: Humas FKG Unpad

[fkg.unpad.ac.id] Selasa (21/06) Kantor Unit Internasionalisasi FKG Unpad berkolaborasi dengan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial mengadakan Visiting Lecture secara daring dengan tema Molecular and Genetic Aspects in Pathogenesis of Ameloblastoma. Visiting Lecture kali ini mengundang Sholachuddin J.A.Ichwan, DDS.,Ph.D. dari Universiti Brunei Darussalam.

Sambutan disampaikan oleh Dekan FKG Unpad Dr. Dudi Aripin, drg.,Sp.KG.,Subsp.KR(K). “Sebagaimana kita ketahui bahwa kesehatan gigi dan mulut sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan, akan tetapi di negara-negara berkembang kesehatan tersebut tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Salah satu contohnya dalam kesehatan gigi dan mulut adalah ameloblastoma terus meningkat di negara-negara berkembang,” katanya.

“Ameloblastoma merupakan tumor jinak biasanya muncul di sekitar gigi molar. Namun jika tidak ditangani dalam waktu yang lama akan menjadi agresif, tumbuh dan membesar serta merusak jaringan di sekitarnya, serta merusak terutama tulang rahang dan gigi molar tempat dia berada. Dalam penanganannya kita tidak hanya sekedar melakukan operasi melainkan juga perlu memperhatikan aspek-aspek molekuler dan genetic agar memberikan hasil terbaik setelah pembedahan,” tambahnya.

Dalam materi yang dipaparkan, Sholachuddin J.A.Ichwan, DDS.,Ph.D. mengatakan beberapa literatur kasus ameloblastoma hanya terjadi pada 1 % kemungkinan penduduk di dunia dan kebanyakan pada gigi molar atau geraham. “Kasus ameloblastoma satu-satunya cara untuk mengobatinya adalah operasi, dipotong mandibulanya tidak seperti kista. Banyak penelitian menyebutkan walaupun ini jinak tapi agresif dan efeknya sangat parah sekali,” ujarnya. 

Kasus ameloblastoma kebanyakan terjadi di India, China, dan Afrika (Nigeria). Sampai saat ini etiologi faktor penyebab dari ameloblastoma ini masih belum jelas sekali baik etiologi secara fisiknya, secara kimianya maupun secara molekularnya. Tapi yang diketahui bahwa ameloblastoma ini sangat berhubungan dengan sisa-sisa epitel dari cervical loop, hanya bagaimana prosesnya itu yang masih dicari. Biasanya ameloblastoma ini berhubungan erat dengan pertumbuhan kista.

Mekanisme molekular ameloblastoma masih belum jelas sekali, masih perlu dipelajari lagi dengan memperbanyak jumlah sampel dan area riset, bisa dimulai dari asia tenggara. Manfaatnya supaya nanti jika kita paham molecular patogenesisnya, kita dapat menciptakan precision medicine untuk mengobati atau metode terapi.