Mobirise

Editor dan Reviewer Berperan Penting Dalam Peer Review Untuk Meningkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah

Oleh: Humas FKG Unpad

[fkg.unpad.ac.id] “Editor bertugas mengelola dan mengembangkan jurnal sehingga bereputasi, termasuk juga isi dari jurnal itu tanggung jawab editor,” kata Prof.Dr.Eng. I Made Joni, M.Sc., Ketua Functional Nano Powder University Center of Excellence (FiNder U CoE) saat menjadi pembicara dalam Lokakarya Editor dan Reviewer Unit Publikasi Ilmiah FKG Unpad, rabu (13/07) yang dilakukan secara hybrid.

“Editor kemudian memastikan tujuan, ruang lingkup, dan konten untuk menanggapi setiap arah ruang lingkup ketika ada kajian-kajian baru. Termasuk editor juga menentukan strategi ke depan seperti apa jurnal tersebut dikembangkan dan mempromosikan jurnal,” tambah guru besar Fakultas MIPA Unpad ini.

Beliau juga mengatakan apa yang diinginkan editor untuk artikel yaitu kontribusi jurnal tersebut untuk pengembangan keilmuan, originalitas, tujuan dan ruang lingkup bagi pembaca, ketertarikan oleh pembaca dengan tema-tema tertentu atau passion, mengandung kebenaran, dan ada juga faktor-faktor yang belum umum diketahui orang, serta tulisan yang jelas dan menarik.

Selain kapasitas seorang editor, dalam peer review juga memerlukan keahlian dan peran penting reviewer. Untuk menjadi reviewer yang baik, seseorang harus memahami proses peer review dan peran reviewer. “Journal staff menerima manuskrip dan memperlancar komunikasi sesama author dan reviewer juga proses bagaimana produksi nanti, dan sebagai reviewer kita memberikan manuskrip serta memberikan rekomendasi berkaitan dengan concern dari jurnal tersebut,” kata beliau.

Proses peer review diperlukan karena kualitas artikel harus dijaga originalitasnya, kemudian untuk mengetahui apa saja temuan-temuan, mendeteksi kecurangan atau plagiarisme, yang menjadi bagian peer review yang dilakukan. Peer review merupakan cara untuk memastikan kualitas dan kredibilitas publikasi akademi. Saat peer review artikel penulis melalui proses verifikasi oleh editor dan reviewer sebelum diterbitkan.

“Dari proses penulisan sampai skrining sebelum proses review, editor di awal menskrining juga. Lalu masuk ke peer review, ketika editor sudah cukup masuk ke reviewer, mencari reviewer untuk ditugaskan sebagai pemeriksa tulisan. Sehingga akhirnya tulisan itu bisa langsung diterima atau dikembalikan,” jelas Prof.Dr.Eng. I Made Joni, M.Sc., memaparkan mekanisme proses peer review secara umum.

Beberapa kendala dalam peer review adalah memaksakan jurnal yang berbeda lingkupnya, atau sudah terbiasa dengan cara jurnal tertentu dan tidak mau memahami jurnal itu seperti apa sehingga proses reviewnya menjadi lambat. Sangat subjektif, bias, juga ada pernyataan-pernyataan yang menyalahgunakan, hal-hal tersebut harus dihindari. Selain itu kendala juga dapat terjadi saat mendeteksi kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang terjadi.

Beberapa saran juga disampaikan Prof.Dr.Eng. I Made Joni, M.Sc.,untuk peer review jurnal. “Kita harus bisa memastikan mereview itu bisa atau tidak yang secara sukarela. Untuk apa mereview dan harus tahu reputasi dan kita menjadi aktif terhadap perkembangan ilmu,” ujarnya.

Hal-hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan yang termasuk ke dalam etika reviewer. Reviewer juga tidak boleh memberikan kritik secara personal terhadap penulis, harus objektif dan suportif, untuk membantu penulis supaya artikelnya lebih bagus. Berusaha sangat informative terhadap penulis agar informasi dapat dipahami. Pastikan juga editor atau review tidak memiliki conflicts of interest atau mempunyai relasi tertentu.