Mahasiswa FKG Unpad Raih Sejumlah Prestasi dalam 12th Airlangga Dentistry Scientific Meeting

[fkg.unpad.ac.id] Mahasiswa Prodi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi FKG Unpad meraih sejumlah prestasi dalam 12th Airlangga Dentistry Scientific Meeting 2025 yang digelar di Universitas Airlangga, 25 Oktober 2025. Faris Hernando Reviansyah, Haidar Ahyar Maulana, dan Daffa Rahmad Dwiyana Putra, ketiganya mahasiswa prodi profesi dokter gigi meraih Juara 1 Kategori International Research Competition dan Nadine Izzah Syakira (Prodi IUP Sarjana Kedokteran Gigi) memperoleh Juara 2 Kategori International Essay. Pada Kategori International Poster, Juara 2 diraih oleh mahasiswa prodi sarjana kedokteran gigi yaitu Michelle Jakfar, Nabila Haditya Arius, dan Aulia Dewi, serta Juara 3 diraih oleh Ratu Aqilla Fadhil Raida Thafail, Najwa Fatimatuzzahra, dan Fatima Azzahra.

Pada kategori International Research Nando dan tim mengangkat judul “Comparative Success Rates of Dynamic Navigation Versus Freehand Endodontic Treatment: A Systematic Review and Meta-Analysis” dibawah bimbingan Dr. Veni Takarini, drg.,M.Kes. Penelitian ini membahas mengenai perbandingan perawatan saluran akar dari segi teknologi khususnya di bidang konservasi gigi untuk mengatasi permasalahan kompleks dalam pencarian saluran akar yang mungkin secara radiografis atau klinis tidak terlihat. Namun dengan sistem teknologi terbaru seperti tracker, permasalahan tersebut dapat teratasi. 

“Penelitian ini memfokuskan terkait performa Dynamic Navigation System dengan hasil pekerjaan menggunakan metode konvensional atau freehand technique melalui beberapa aspek yang dianalisis menggunakan statitistik, sehingga hasilnya bisa kontras based on data, aspek-aspek tersebut nantinya yang akan menjadi penilaian akhir seberapa besar persentase keberhasilan sistem terbaru tersebut,” kata Nando.

Dalam kategori International Essay, Nadine Izzah Syakira mengangkat judul “A Sustainable Gold-Leaf CRISPR-Cas12a-Based Electrochemical Biosensor for Logic-Gated Detection of Periodontitis.” yang dibimbing oleh Deby Fajar Mardhian, S.Si.,M.T.,Ph.D.

Topik ini membahas pengembangan biosensor saliva berbahan gold leaf yang lebih terjangkau, tipis, dan dapat didaur ulang, namun tetap sangat akurat karena dikombinasikan dengan teknologi CRISPR-Cas12a. Inovasi ini dirancang untuk mendeteksi periodontitis pada tahap awal, sebelum kerusakan jaringan terjadi. Sistem logic-gated yang digunakan hanya menampilkan hasil positif jika bakteri penyebab dan tanda inflamasi tubuh terdeteksi secara bersamaan. Pendekatan ini membuat diagnosis menjadi lebih spesifik dan mengurangi kemungkinan false positive.

“Saya memilih tema ini karena banyak metode diagnosis saat ini seperti probing dan radiografi baru menunjukkan penyakit setelah kerusakan terjadi. Biosensor ini hadir sebagai solusi yang non-invasif, cepat, serta dapat digunakan langsung di praktik klinik dan layanan kesehatan primer, sehingga mendukung upaya menuju kesehatan gigi yang lebih preventif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Nadine.

Untuk kategori International Poster, Michelle, Nabila, dan Aulia mengangkat tema “Dentapals: A Digital Preventive Solution for Better Oral Health in Indonesia” dengan dibimbing oleh Dr. Kosterman Usri, drg.,MM.

Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi mHealth (mobile health) dalam meningkatkan literasi serta kebiasaan kesehatan gigi masyarakat Indonesia. Berangkat dari hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023, diketahui bahwa hanya 7% masyarakat dengan masalah gigi yang memperoleh perawatan profesional, dan 6,2% yang menyikat gigi dengan benar, sehingga dibutuhkan inovasi preventif yang mudah diakses oleh masyarakat luas.

Dentapals dikembangkan sebagai aplikasi digital yang berfungsi sebagai “teman kesehatan gigi” yang interaktif dan edukatif. Aplikasi ini memuat beberapa fitur utama, antara lain Tooth911 (panduan pertolongan pertama untuk kasus darurat gigi), DentTalk (konsultasi daring dengan dokter gigi), DentistNearMe (pemetaan klinik gigi terdekat), ToothyQuest (edukasi berbasis permainan interaktif), serta BrushBuddy (pengingat dan panduan menyikat gigi dengan cara yang menyenangkan).

Melalui penelitian ini, tim bertujuan untuk menilai efektivitas pendekatan digital preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan gigi serta mengidentifikasi potensi implementasi mHealth sebagai sarana edukasi dan pencegahan masalah gigi di Indonesia.

Sedangkan Ratu, Najwa, dan Fatima mengangkat tema “Moms BRIGHTen Their Baby’s Future: Preventing Gingivitis to Support Infant Health.” dibawah bimbingan Deby Fajar Mardhian, S.Si.,M.T.,Ph.D. Poster ini berfokus pada pentingnya pencegahan gingivitis selama masa kehamilan sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan bayi. Gingivitis pada ibu hamil merupakan kondisi inflamasi pada jaringan gingiva yang banyak dipengaruhi oleh perubahan hormonal serta dapat diperparah oleh berbagai faktor seperti kebersihan mulut yang buruk, malnutrisi, stres, dan penyakit sistemik. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan rongga mulut ibu, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah pada bayi.

Melalui poster ini, mereka berharap dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gingiva sejak dini dengan langkah-langkah sederhana yang dirangkum dalam akronim “BRIGHT”, yaitu Brush and floss everyday, Routine dental visits, Include probiotics and disinfection techniques, Gargle warm salt water or safe mouthwashes, Healthy diet with vitamins and minerals, serta Take time to relax and connect with others.

Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa perawatan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal bayi di masa depan.

Selamat kepada para mahasiswa FKG Unpad atas prestasi yang telah diukir…

Scroll to Top