Fakultas Kedokteran Gigi - Universitas Padjadjaran

PPDGS Penyakit Mulut

Visi

Mewujudkan program studi yang unggul, terdepan dalam bidang infeksi dan imunitas oral, serta inovatif dalam pengembangan terapi berbasis herbal terstandar dan teknologi mutakhir di bidang Ilmu Penyakit Mulut berdaya saing internasional tahun 2026. 

Misi

Menyelenggarakan program pendidikan yang unggul, terdepan, berwawasan global dengan
memberikan inovasi terbaru di bidang Ilmu Penyakit Mulut berfokus pada infeksi dan imunitas
oral, serta pengembangan terapi berbasis herbal dan teknologi mutakhir.

Menyelenggarakan penelitian dasar, klinis dan terapan berfokus pada infeksi dan imunitas oral,
serta pengembangan terapi berbasis herbal dan teknologi mutakhir yang inovatif berdasarkan
konsep Smart and Green Dentistry.

Menyelenggarakan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki
kepekaan sosial, rasa peduli dan empati yang tinggi sehingga dapat mengaplikasikan ilmu dan
keterampilannya di bidang penyakit mulut guna tercapainya kesehatan masyarakat yang
paripurna.

Menyelenggarakan dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai instansi dan disiplin ilmu
untuk pengembangan ilmu Penyakit Mulut berfokus pada infeksi dan imunitas oral, serta
pengembangan terapi berbasis herbal terstandar dan teknologi mutakhir.

Tujuan

Menghasilkan lulusan dokter gigi Spesialis Ilmu Penyakit Mulut yang berprestasi, terampil, dan mandiri, serta berbudi luhur, di bidang penyakit mulut khususnya infeksi dan imunitas oral, serta pengembangan terapi berbasis herbal dan teknologi mutakhir. 

Menghasilkan penelitian yang berkualitas dan mutakhir, diakui secara nasional dan internasional, serta bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, di bidang Ilmu Penyakit Mulut, berfokus pada infeksi dan imunitas oral, serta pengembangan terapi berbasis herbal dan teknologi mutakhir, secara interdisiplin dan multidisiplin yang melibatkan berbagai pihak dari dalam negeri maupun luar negeri.

Meningkatkan upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut melalui pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif dan kuratif terhadap penderita penyakit mulut, secara multidisiplin sesuai etika ilmu maupun etika profesi, berbasis hasil penelitian kesehatan gigi dan mulut, berfokus pada infeksi dan imunitas oral, serta pengembangan terapi berbasis herbal dan teknologi mutakhir.

Menghasilkan kerjasama dengan berbagai pihak di dalam negeri maupun di luar negeri guna meningkatkan kualitas lulusan melalui program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang penyakit mulut, berfokus pada infeksi dan imunitas oral, serta pengembangan terapi berbasis herbal dan teknologi mutakhir.

Daftar Kurikulum Program Studi Penyakit Mulut

50 SKS

Beban studi

6-8 Semester

Lama Studi

Fasilitas

Metode Pembelajaran

Kegiatan perkuliahan dilakukan dengan sistem pembelajaran student centered-learning (SCL), 1 SKS terhitung 50 menit tatap muka (diskusi dalam bentuk tutorial dan small group discussion), 60 menit kegiatan mandiri (persiapan perkuliahan) dan 60 menit tugas terstruktur (makalah). Sistem pembelajaran ini memungkinkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan berlandaskan dasar teori, terapi dan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah teruji dan terbukti (evidence based). Dosen berfungsi sebagai fasilitator yang akan membimbing dan mengarahkan diskusi dalam membahas materi atau kasus sesuai mata kuliah yang disampaikan. Beberapa materi disampaikan melalui metode Problem Based Learning (PBL). Perkuliahan harus diselesaikan dalam jangka waktu 16 kali pertemuan per SKS per semester.

Tugas – tugas khusus diberikan dalam bentuk pembuatan makalah atau video aja (project based learning) dan laporan data pasien (log book), yang didokumentasikan secara teratur dan tepat waktu agar tidak terdapat kesalahan dalam merekap data. Setiap mahasiswa diwajibkan membuat tugas khusus 1-2 kali per mata kuliah dalam satu semester berjalan.

Kegiatan pembelajaran operasi/tindakan tatalaksana pasien penyakit mulut dilakukan dalam mata kuliah klinik dan ujian pasien yang dilaksanakan sejak semester 1 hingga 6. Jumlah pasien dengan lesi mulut akibat infeksi dan kelainan imun yang dirawat berjumlah kurang lebih total 30 persen dari total penyakit sistemik atau kondisi lainnya yang dirawat di instalasi rawat jalan, rawat inap maupun pada kegiatan PPM.

Mahasiswa pada tingkat awal/semester 1 diwajibkan menjadi asisten dalam tatalaksana penyakit mulut yang dikerjakan oleh residen tingkat lebih tinggi, sedangkan sejak semester 2 residen naik tingkat menjadi residen madya dan mulai bertanggung jawab mengerjakan tatalaksana pasien di bawah supervisi. Tatalaksana pasien secara mandiri dimulai pada semester 3 hingga 5, selanjutnya residen mulai menjalani ujian pasien pada semester 6 dan diakhiri dengan ujian kompetensi. Seluruh kegiatan tindakan tatalaksana pasien penyakit mulut di bawah bimbingan dan supervisi dari dokter gigi spesialis penyakit mulut/konsulen sebagai dosen pengampu.

Kegiatan pembelajaran bedside teaching dilakukan untuk tatalaksana pasien rawat inap baik yang dirujuk dari departemen/instalasi lain di rumah sakit maupun kunjungan kontrol terapi. Dosen berfungsi sebagai fasilitator yang memberikan demonstrasi dan simulasi tatalaksana pasien bagi mahasiswa tingkat bawah, selanjutnya dosen menjadi pendamping yang memberikan supervisi untuk tatalaksana pasien bagi mahasiswa tingkat madya dan lanjut. Rata-rata kunjungan visitasi pasien rawat inap dilakukan sebanyak 3 pasien per hari.

Kegiatan presentasi kasus (case presentation) dilakukan mahasiswa sebanyak 4 (empat) kasus dalam masa perkuliahan sebagai requirement minimal. Setiap kasus wajib dipresentasikan di dalam dan di luar prodi atau pada kegiatan seminar ilmiah nasional maupun internasional. Minimal 2 dari 4 artikel kasus tersebut wajib dipublikasikan pada jurnal nasional atau internasional. Kasus yang dapat dibahas biasanya merupakan kasus yang jarang ditemukan atau sering sekali ditemukan dengan pendekatan metode terapi yang baru dan menghasilkan perbaikan signifikan atau kesembuhan.

Kegiatan tindakan tatalaksana pasien penyakit mulut dicatat dalam logbook secara berkala/setiap hari kerja, baik logbook pribadi masing-masing mahasiswa maupun log book instalasi di rumah sakit.

Kegiatan kuliah pakar dilakukan dengan mengundang pemateri yang ahli di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ilmu penyakit mulut, baik dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari mata kuliah klinik dan dilaksanakan setidaknya setahun satu kali dengan tema infeksi dan kelainan imun rongga mulut, serta penggunaan obat herbal untuk penyakit mulut. Kegiatan PPM juga dilakukan dengan bidang kedokteran gigi umum atau penyakit mulut lainnya, bersama-sama dengan program pengabdian yang diselenggarakan oleh FKG Unpad atau program penelitian dosen. Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan sebagai upaya hilirisasi ilmu pengetahuan dan merupakan upaya mengasah empati mahasiswa terhadap masyarakat yang memerlukan bantuan. 

Ketua Program Studi Penyakit Mulut
Dr. Nanan Nur’aeny, drg.,Sp.PM.,Subsp.Non-Inf.

Data Kepakaran Staf Dosen
PPDGS Penyakit Mulut FKG UNPAD

Dr. Nanan Nur'aeny, drg.,Sp.PM.,Subsp.Non-Inf.

Kepakaran/Research Interest Imunologi

E-mail / socmed:

[email protected] / oralmedicine_unpad

Prof. Dr. Irna Sufiawati, drg.,Sp.PM.,Subsp.Inf.

Kepakaran/Research Interest Infeksi – Imunologi

E-mail / socmed:

[email protected] / oralmedicine_unpad

Wahyu Hidayat, drg.,Sp.PM.,Subsp.Inf.

Kepakaran/Research Interest Infeksi

E-mail / socmed:

[email protected] / oralmedicine_unpad

Dr. Indah Suasani Wahyuni, drg.,Sp.PM.,Subsp.Non-Inf.

Kepakaran/Research Interest Herbal

E-mail / socmed:

[email protected] / oralmedicine_unpad

Dewi Zakiawati, drg.,M.Sc.,Sp.PM.

Kepakaran/Research Interest Imunologi

E-mail / socmed:

[email protected] / oralmedicine_unpad

Capaian Pembelajaran Lulusan

Capaian kompetensi (learning outcomes) dievaluasi dengan cara ujian dan atau penilaian kinerja yang meliputi pengetahuan, keterampilan klinik dan perilaku dalam merawat pasien dengan berbagai penyakit /kelainan mulut. Setiap akhir penilaian memberikan umpan balik bagi peserta didik dan terdiri dari penilaian formatif sehari-hari dan sumatif yang dilakukan pada akhir masa pendidikan berupa ujian komprehensif tulis dan SOCA. Penilaian kinerja dapat menggunakan metode case based discussion (CbD), paper based assessment, mini-CEX (clinical evaluation examination), DOPS (direct observation procedural skills) dan MSF (multisource feedback).

Kompetensi

Kompetensi Pendukung yang khusus dan unggul serta kompetensi lainnya, diturunkan dari Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut (SKDGSpPM) yang disusun oleh Kolegium Ilmu Penyakit Mulut Indonesia (KIPMI) dan telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Lulusan PPDGS IPM FKG Unpad harus memiliki kompetensi minimal sama dengan SKDG SpPM tersebut. Kompetensi ini tercermin dalam kurikulum yang terdiri dari domain, kompetensi utama dan kompetensi penunjang. Kompetensi pendukung yang khusus dan unggul tersebut mengarah pada pencapaian visi dan misi PPDGS IPM FKG Unpad, yaitu tercantum sebagai berikut:

Domain I. Profesionalisme

Mampu melakukan praktek sebagai dokter gigi spesialis penyakit mulut dengan menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang terbaik, serta bertanggung jawab, berdasarkan kesejawatan, etika dan hukum yang relevan.

Domain II. Penguasaan Akademik Tingkat Lanjut

Memahami ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang relevan dan Ilmu Penyakit Mulut tingkat lanjut

Domain III. Keterampilan Klinik dengan Keahlian Khusus Tingkat Lanjut dibidang Ilmu Penyakit Mulut

Mampu melakukan pemeriksaan pasien, diagnosis dan diagnosis banding serta penatalaksanaan pasien kasus penyakit mulut spesialistik secara paripurna.

Profil Lulusan

Klinisi

Dokter gigi spesialis Ilmu Penyakit Mulut yang mampu memberikan pelayanan secara profesional dengan mengikuti perkembangan keilmuan dan tehnologi di bidang Ilmu Penyakit Mulut spesialistik, khususnya di bidang infeksi dan imunologi oral, serta penggunaan obat herbal, kepada masyarakat sesuai kaidah keilmuan, etika dan hukum yang berlaku.

Pengelola dan Pemilik Sarana Pelayanan Kesehatan

Dokter gigi spesialis Ilmu Penyakit Mulut yang mampu mengelola dan mendirikan / menyediakan sarana pelayanan kesehatan, yang dapat berperan baik sebagai pimpinan maupun pemilik di bidang Ilmu Penyakit Mulut Spesialistik.

Ilmuwan / Peneliti

Dokter gigi spesialis Ilmu Penyakit Mulut yang memiliki keahlian dalam meneliti, mempublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional, dan menerapkan hasil riset di bidang infeksi dan imunologi oral, serta pengembangan obat herbal.

Konselor

Dokter gigi spesialis Ilmu Penyakit Mulut yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan ahli dalam konseling / penyuluhan dalam upaya menerapkan ilmu Penyakit Mulut khususnya di bidang infeksi dan imunologi oral, serta penggunaan obat herbal kepada masyarakat.

Pendidik

Dokter gigi spesialis Ilmu Penyakit Mulut yang dapat berperan sebagai pendidik, baik di Institusi Pendidikan maupun di Rumah Sakit Pendidikan di bidang Ilmu Penyakit Mulut.

Galeri Kegiatan

Scroll to Top