[fkg.unpad.ac.id] Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Pengurus daerah Jawa Barat (IDGAI Pengda Jabar) bersama Kolegium Kedokteran Gigi Anak Indonesia, menyelenggarakan International Indonesian Pediatric Dentistry Association Conference ke-18 (iiPDAC 18) pada tanggal 5-8 Februari 2025 di Hotel Pullman Bandung Grand Central, Bandung, Indonesia.
Acara seminar internasional ini mengangkat tema “Fundamental Updates in Advanced Pediatric Dentistry”, dengan mengundang pembicara terkemuka dari Indonesia dan berbagai negara diantaranya Swedia, India, Filipina, dan Malaysia.

Kegiatan iiPDAC 18 dibuka dengan Community Dental Service (Pengabdian Pada Masyarakat) dengan tema “First Step Ahead from Caries”. Pengabdian Pada Masyarakat ini dilaksanakan pada rabu, 5 Februari 2025 di Plataran Setda A, Gedung Sate, Bandung. Sebanyak 176 peserta anak-anak berusia 10-12 tahun, telah diperiksa dan diberikan tindakan pencegahan terhadap karies berupa fissure sealant oleh 250 dokter gigi anak dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Indonesian Pediatric Dentistry Workshop (iPDW) dengan tema “A to Z Pulp Management in Children”. Workshop dilaksanakan pada Kamis, 6 Februari 2025 di Pullman Bandung Grand Central, dengan 3 pembicara utama Dr. drg. Mochammad Fahlevi Rizal, Sp.KGA.,Subsp.PKOA., Dr. Sanchit Paul, dan Diani Prisinda, drg.,MARS.,Sp.KG.,Subsp.KE. Workshop kali ini membahas tentang perawatan pulpa pada gigi sulung dan gigi permanen muda. Kegiatan ini diikuti oleh 385 dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam konferensi iiPDAC 18 juga menghadirkan ceramah ilmiah dan talkshow dengan tema “Fundamental Updates in Advanced Pediatric Dentistry”. Ceramah ilmiah diadakan pada Jumat-Sabtu, 7-8 Februari 2025, dengan pembicara terkemuka dari berbagai wilayah di Indonesia dan 4 negara asing. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 750 peserta dokter gigi anak di Indonesia.

Tak ketinggalan, pelatihan keterampilan khusus (Hands-on/Workshop) dihadirkan dalam konferensi internasional ini. Hands-on tersebut terdiri dari berbagai bidang ilmu dan teknologi, diantaranya laser pada kedokteran gigi, intraoral scanner, alat myofunctional, restorasi estetik pada gigi sulung, hingga tata laksana trauma dental pada anak.
Terdapat pula kompetisi presentasi poster ilmiah yang diikuti lebih dari 120 judul poster ilmiah dan dipresentasikan oleh para dokter gigi anak dan juga dokter gigi umum dari berbagai wilayah di Indonesia.

Konferensi iiPDAC 18 ditutup dengan Gathering Night yang bertemakan “Beyond Khatulistiwa” diisi dengan malam keakraban dan silaturahmi khusus untuk para anggota IDGAI dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini menampilkan berbagai keterampilan seni musik, tari dan juga acting yang dilakukan oleh para dokter gigi anak, dengan membawa ciri khas dari masing2 daerah. Acara ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang sangat antusias dengan kostum daerah pilihannya masing-masing.
Seluruh rangkaian acara ini dinaungi oleh Kolegium Kedokteran Gigi Anak dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sehingga kualitas materi dan pembicara ter jamin. Acara ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mempraktikkan keterampilan mereka melalui sesi hands-on/ workshop.

“Dengan menghadirkan para ahli kedokteran gigi anak dari dalam dan luar negeri, kegiatan iiPDAC 18 diharapkan dapat memberikan pembaruan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengalaman klinis yang optimal bagi para peserta dalam perawatan gigi anak di Indonesia,” kata Prima Andisetyanto, drg.,Sp.KGA. selaku Ketua Pelaksana.

