Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Guru Besar FKG Unpad

[fkg.unpad.ac.id] FKG Unpad resmi melahirkan Guru Besar baru yaitu Prof.Dr. Dudi Aripin, drg.,Sp. KG.,Subsp.KR. dalam bidang Kariologi dan Ilmu Dasar Konservasi Gigi dan Prof.Dr. Agus Susanto, drg.,M.Kes.,Sp.Perio.,Subsp.R.P.I.D. dalam bidang Ilmu Rekonstruksi dan Regeneratif Periodontal. Kedua Guru Besar telah melakukan prosesi Pengukuhan dan Orasil Ilmiah pada selasa, 18 Februari 2025 bertempat di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jalan Dipatiukur No. 35, Bandung.

Prof. Dudi Aripin menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Menuju Tercapainya Indonesia Bebas Karies Tahun 2030 melalui Model Pentahelix dalam Penanganan Penyakit Karies Gigi”. Beliau menjelaskan bahwa model pentahelix karies gigi merupakan model inovatif pengembangan penanganan karies dalam bentuk kolaborasi yang menghubungkan akademisi, praktisi/industri, masyarakat, pemerintah, serta media untuk menciptakan ekosistem berdasarkan kreatifitas dan pengetahuan yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk pengembangan kreativitas, inovasi, dan teknologi mengenai karies.

Menurut Prof. Dudi  unsur akademis memiliki peran dengan melakukan riset-riset faktor risiko karies, pencarian solusi yang sesuai dengan kondisi lokal, mengembangkan teknologi inovatif untuk deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan, melatih tenaga kesehatan dengan pendekatan berbasis evidence-based dentistry, berkolaborasi dalam dan luar negeri, berfokus pada penelitian dasar, pengembangan teknologi, hingga implementasi kebijakan dan program yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Praktisi dan industri juga memegang peran yang krusial dalam mendukung peningkatan kesehatan gigi dan mulut selama 4 dekade terakhir. Tantangannya adalah industri di Indonesia belum banyak yang memproduksi dan memasarkan produk perawatan gigi yang terjangkau dan efektif. Tidak hanya itu, melalui media para profesional dapat memberikan edukasi mengenai masalah kesehatan gigi dan mulut kepada sejumlah pasien.

Masyarakat sebagai sasaran utama dalam menyelesaikan masalah karies juga berperan penting dalam sebagai pelaksana program kesehatan gigi dan mulut dengan meningkatkan kapasitas partisipasi masyarakat. Pemerintah berperan dalam pengembangan kebijakan baru berbasis ilmu pengetahuan serta dukungan pemerintah daerah untuk mempermudah struktur birokrasi dan komunikasi dalam mendukung Indonesia bebas karies 2030.

Prof. Agus Susanto menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Potensi Pemanfaatan Bahan Alami dalam Terapi Penyakit Periodontal dan Regenarasi Jaringan”. Prof. Agus menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan berfokus pada pemanfaatan kitosan dan kolagen menjadi membran barrier, serta melakukan eksplorasi potensi daun kelor sebagai terapi tambahan pada perawatan penyakit periodontal.

Prof Agus menyampaikan bahwa aplikasi gel kitosan pada penderita periodontitis kronis menunjukkan penurunan penanda inflamasi gingiva, karena sifat antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan membran kitosan-kolagen mampu meningkatkan jumlah fibroblas dan pembuluh darah baru dalam proses penyembuhan luka.

Prof. Agus juga mengatakan bahwa ekstrak daun kelor memiliki potensi besar dalam pengobatan penyakit periodontal karena kandungan senyawa bioaktif yang melimpah. Hasil penelitian efektivitas daun kelor menunjukkan adanya pengaruh gel daun kelor pada penyembuhan luka dan berpotensi sebagai terapi tambahan pada penyembuhan luka dan regenerasi jaringan. Berdasarkan potensi tersebut, maka diperlukan penelitian yang lebih komprehensif dengan melibatkan peneliti dari berbagai kajian ilmu, serta kolaborasi bersama pemerintah dalam mengembangkan kemandirian bahan baku di Indonesia sehingga memberikan manfaat dalam pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat. Selamat dan sukses kepada Prof. Dudi dan Prof. Agus sebagai Guru Besar baru FKG Unpad..

Sumber : https://www.unpad.ac.id/2025/02/orasi-ilmiah-guru-besar-dari-fakultas-kedokteran-gigi-dan-fakultas-keperawatan/

Scroll to Top