Residen PPDGS IKGA FKG Unpad Terapkan Pembelajaran Berbasis Masyarakat melalui “Senyum Sehat Anak Pangandaran”

[fkg.unpad.ac.id] Sebanyak 18 residen Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ilmu Kedokteran Gigi Anak (PPDGS IKGA) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran mengikuti kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dalam rangkaian bakti sosial “Senyum Sehat Anak Pangandaran”, Sabtu (22/8/2026), di Aula Yayasan Almaa’uuna, Pangandaran.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran pada mata kuliah PPM semester 6 PPDGS IKGA FKG Unpad, yang diampu oleh Prof. Dr. Arlette Suzy Setiawan, drg., Sp.KGA., Subsp. AIBK(K), M.Si., FSCDA., FIADH.

Sebanyak 18 residen terlibat dalam kegiatan ini, terdiri atas 15 residen angkatan 2025 dan tiga residen angkatan 2024. Mereka tidak hanya terlibat dalam pelayanan kesehatan gigi anak, tetapi juga berperan aktif sebagai panitia dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.

Prof. Arlette menjelaskan bahwa PPM dirancang agar residen memperoleh pengalaman pembelajaran yang melampaui pelayanan klinis individual di lingkungan rumah sakit pendidikan.

“Seorang dokter gigi spesialis anak tidak cukup hanya memiliki kompetensi klinis yang baik. Mereka juga perlu memahami kebutuhan kesehatan gigi anak di masyarakat, mampu merancang pelayanan, bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mengevaluasi program yang telah dilaksanakan,” kata beliau.

Keterlibatan residen sejak tahap persiapan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Residen belajar bagaimana sebuah program kesehatan gigi anak dibangun mulai dari identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan organisasi profesi dan mitra, pengaturan alur pelayanan, pembagian tugas, pelaksanaan pelayanan hingga pengumpulan dan evaluasi data kegiatan.

Dalam kegiatan Senyum Sehat Anak Pangandaran, sebanyak 70 anak mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan gigi sesuai kebutuhan klinis. Pelayanan antara lain mencakup Topical Application of Fluoride (TAF) pada 40 pasien dan Atraumatic Restorative Treatment (ART) pada 15 pasien, serta tindakan ekstraksi pada gigi yang memiliki indikasi pencabutan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wahana bagi residen untuk mengintegrasikan kompetensi promotif, preventif, dan kuratif dalam konteks pelayanan kesehatan gigi berbasis masyarakat. Interaksi langsung dengan anak dan keluarga juga memberikan pengalaman dalam menerapkan komunikasi dan pendekatan perilaku anak pada situasi yang berbeda dengan pelayanan sehari-hari di klinik pendidikan.

“Di sini residen belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar datang, melakukan tindakan, kemudian selesai. Mereka harus mampu melihat keseluruhan siklus program: mengidentifikasi kebutuhan, merencanakan, melaksanakan, mengukur, mengevaluasi, dan memikirkan keberlanjutannya,” kata Prof. Arlette

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Program Studi PPDGS IKGA FKG Unpad serta sejumlah konsulen PPDGS IKGA FKG Unpad yang memberikan pendampingan kepada para residen selama pelaksanaan kegiatan.

Kehadiran para staf pengajar menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pelayanan berjalan sesuai standar sekaligus memperkuat proses supervisi dan pembelajaran klinis berbasis masyarakat.

PPM juga diarahkan untuk membangun kemampuan akademik residen. Data kegiatan didokumentasikan secara sistematis untuk selanjutnya dianalisis dan dituangkan dalam laporan PPM. Residen diharapkan mampu mengidentifikasi capaian program, kebutuhan kesehatan gigi anak yang ditemukan di lapangan, kendala pelaksanaan, serta peluang pengembangan dan keberlanjutan program.

Laporan tersebut selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat, sehingga kegiatan PPM tidak hanya menghasilkan manfaat pelayanan secara langsung, tetapi juga menghasilkan proses refleksi, evaluasi, dan diseminasi pengetahuan yang dapat menjadi pembelajaran bagi program serupa.

Bakti sosial “Senyum Sehat Anak Pangandaran” terlaksana melalui kolaborasi Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Pengda Jawa Barat, PDGI Cabang Kabupaten Pangandaran, dan Eucrasia 91 FKG Unpad, dengan dukungan Yayasan Almaa’uuna sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Melalui pembelajaran berbasis masyarakat ini, PPDGS IKGA FKG Unpad mendorong residen untuk berkembang tidak hanya sebagai klinisi yang kompeten dalam menangani kesehatan gigi anak, tetapi juga sebagai dokter gigi spesialis anak yang mampu berkontribusi dalam pemecahan masalah kesehatan masyarakat, bekerja secara kolaboratif, serta menjalankan tanggung jawab sosial profesinya (Rilis : PPDGS IKGA).

Scroll to Top