Kuliah Tamu Odontologi Forensik, FKG Unpad Undang Dua Pakar Odontologi Forensik dari Jepang

[fkg.unpad.ac.id] FKG Unpad berkolaborasi dengan Tokyo Dental College dan Japan National Defense Medical College mengadakan kuliah pakar bertema “Memajukan Odontologi Forensik dalam bidang Pengajaran dan Penelitian,” senin (07/10) secara hibrid di Ruang Auditorium Gedung A lantai 3, Kampus FKG Unpad Sekeloa, Bandung. FKG Unpad mengundang pembicara Dr. Hidetoshi Someda dari Japan National Defense Medical College dengan mengangkat topik “Study On Methods For Estimating Countries And Regions By Carbon And Oxygen Isotope Ratio Analysis Using Tooth Enamel”. Pembicara kedua yaitu Prof. Masatsugu Hashimoto dari Tokyo Dental College dengan topik “Facial Identification Methods Using the Superimposition Technique.”

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas kemajuan terbaru dalam odontologi forensik mengenai analisis isotop gigi dan superimposisi untuk identifikasi manusia menggunakan metode Hashimoto.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset Dr. Sri Susilawati, drg.,M.Kes. mengatakan pentingnya berkolaborasi internasional untuk memajukan penelitian kedokteran gigi dan odontologi forensic. Kuliah pakar ini juga menekankan bagaimana keahlian mereka dapat mendorong solusi inovatif untuk tantangan global dalam identifikasi dan odontology forensic.

Dr. Hidetoshi Someda menyajikan penelitian inovatifnya tentang estimasi asal geografis melalui karbon dan rasio isotop oksigen yang ditemukan dalam email gigi. Penelitiannya menunjukkan bagaimana tanda-tanda isotop ini dapat membantu penyelidik forensik dalam mengidentifikasi kemungkinan area tempat tinggal individu, terutama dalam kasus orang yang tidak dikenal. Implikasi dari hal ini penelitian melampaui ranah forensik, memberikan wawasan tentang pola migrasi dan populasi studi yang dapat membentuk kembali pemahaman kita tentang sejarah manusia.

Pada sesi kedua, Prof. Hashimoto mengenalkan metode kritis superimposisi wajah, sebuah teknik yang melapisi gambar mayat tak dikenal dengan foto ante-mortem. Presentasi menarik ini mencakup siaran langsung demonstrasi, dimana ia memamerkan proses langkah demi langkah menyelaraskan dan membandingkan gambar menggunakan metode tersebut. Pendekatan praktis ini tidak hanya memberikan wawasan berharga tetapi juga menekankan pentingnya akurasi dalam odontologi forensik.

Dalam presentasinya, Profesor Hashimoto membahas tantangan dan kemajuan dalam perawatan teknik identifikasi wajah, menekankan perlunya pertimbangan etika dan dokumentasi fotografi yang cermat. Dia berbagi kasus kehidupan nyata yang menarik dimana superimposisi wajah terbukti penting dalam mengidentifikasi korban, seperti pada saat Bom Bali tahun 2002.

Moderator sekaligus Dosen Odontologi Forensik FKG Unpad Fahmi Oscandar, drg .,M.Kes .,Sp.OF..,SubSp.OFK (K), Ph.D. juga mengatakan bahwa pentingnya untuk mendorong kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Jepang, membayangkan pada masa yang akan datang dimana kemitraan terus memperkaya ranah kajian akademik.

Scroll to Top